Tags

, , , ,

Masyarakat menyebutnya dengan nama “Situ Patenggang”

Situ Patengan atau yang lebih populer di dengar orang dengan nama Situ Patenggang terletak di kaki Gunung Patuha, kabupaten Bandung. Situ ini memiliki ketinggian sekitar 1600 m di atas permukaan laut, danau ini dikelilingi kebun teh Rancabali, sekitar 50 km di arah selatan dar Kota Bandung, biasanya menjadi kunjungan andalan setelah para wisawatan menikmati Alam di daerah Ciwidey dan Bandung SelatanKawah Putih Gunung Patuha, dan Perkebunan Teh Rancabali. Obyek wisata ini dapat dicapai dengan menggunakan angkot Bandung-Ciwidey dan Ciwidey-Situ Patengan maupun kendaraan pribadi. Anda tidak hanya dapat menyaksikan danau yang tenang, tapi juga menikmati hijaunya kebun teh dengan pemandangan yang sangat mempesona.

  

Nama danau ini berasal dari kata pateang-teangan yang berarti saling mencari. Diceritakan, dahulu ada dua insan manusia bernama Ki Santang jatuh cinta kepada Dewi Rengganis yang sangat cantik. Setelah berpisah sekian lama, mereka bertemu kembali di daerah yang kini disebut Batu Cinta. Yang batu cinta itu terdapat di tengah danau, yang konon katanya apabila kita menyentuh batu itu bersama pasangan kita, maka  kita akan bersama selamanya atau langgeng.

 

Di tempat ini terdapat perahu, sehingga kita dapat berkeliling Situ dengan menggunakan perhau. Perahu yang tersedia di obyek ini cukup banyak jumlahnya, dan dalam kondisi yang bagus atau terawat saat penulis berkunjung kesana. Warna perahu yang terlihat cerah cukup kontras atau menyolok sedkali dengan lingkungan sekitarnya yang didominasi warna hijau. Sarana tranportasi air ini disewakan bagi setiap pengunjung yang hadir di lokasi wisata ini.

Di lokasi Situ Patenggang terdapat pula fasilitas gazebo maupun tempat-tempat duduk tanpa atap yang terbuat dari semen untuk keperluan menikmati panorama sekitar dari tepi danau.

Fasilitas sarana transportasi air yang disewakan di tempat ini berupa penyewaan perahu dayung, perahu boat dan sepeda air dengan harga yang masih bisa dinegosiasikan dengan pemiliknya. Terdapat pula fasilitas gazebo maupun tempat-tempat duduk tanpa atap yang terbuat dari semen untuk keperluan menikmati panorama sekitar dari tepi danau. Urusan makananpun bukanlah suatu hal yang sulit dikarenakan banyaknya warung penjual makanan yang berderet dekat dengan areal parkir.

jika ingin menggunakan kendaraan umum, anda harus menuju terminal Ciwidey dengan menggunakan Bus atau Elf dari terminal Leuwi Panjang dengan tarif sekitar Rp. 6.000 sampai ke terminal Ciwidey, kemudian dilanjutkan menggunakan angkot langsung ke pintu masuk Situ Patengan, angkotnya terdapa di terminal Ciwidey dengan tarif sekitar Rp.10.000.

Harga Tiket Masuk ke Situ Patenggang :
Rp 6.000/org
Rp 11.500/mobil